Renungan Alkitab

Pendamaian atas Dosa
Ke1 30:10
Sekali setahun haruslah Harun mengadakan pendamaian di atas tanduk-tanduknya; dengan darah korban penghapus dosa pembawa pendamaian haruslah ia sekali setahun mengadakan pendamaian bagi mezbah itu di antara kamu turun-temurun; itulah barang maha kudus bagi Tuhan.

Yang diperintahkan di sini adalah korban pendamaian yang harus dilakukan Harun sebagai imam, sekali setahun untuk penghapusan dosa. Perintah ini kemudian menjadi tradisi yang sungguh dilaksanakan secara turun-temurun.

Dalam kehidupan umat Israel, korban adalah bentuk peribadatan yang penting. Sebagai umat pilihan dan sekaligus milik Allah, mereka mempunyai hubungan yang nyata dengan Allah. Hubungan itu antara lain terungkap dalam bentuk korban.

Di lain pihak, hubungan nyata dengan Allah ternodai oleh dosa-dosa. Baik secara pribadi maupun sebagai umat bersama-sama, umat Israel berbuat dosa. Oleh karena itulah setiap kali mereka perlu mengadakan korban pendamaian, artinya membangun kembali hubungan yang baik dengan Allah seperti sedia kala.

Umat Israel tidak pernah berhanti berdosa, karenanya setiap tahun korban pendamaian itu diadakan. Kitapun umat berdosa, artinya tiap kali jatuh dalam dosa, tiap kali merusak hubungan dengan Allah. Korban pendamaian juga sepantasnya kita lakukan.

Secara pribadi kita biasa memohon maaf kepada Allah. "Tuhan, minta ampun, aku telah berdosa lagi!" Ungkapan ini sering spontan keluar begitu saja. Hal ini baik karena menggambarkan kedekatan dengan Allah dan membuat diri kita peka terhadap dosa-dosa. Namun, bisa juga ungkapan ini justru membuat kita menganggap dosa enteng saja. Kita perlu korban pendamaian, yaitu ungkapan formal, nyata dan dengan niat yang bersungguh-sungguh untuk berdamai dengan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar